Anda Diabetes? Jangan Takut Menyusui
- Tuesday Sep 1,2009 12:18 PM
- By qorianku
- In Bayi, Ibu Menyusui
Meski tetap dapat menyusui, Anda yang diabetes perlu memperhatikan beberapa hal agar kegiatan laktasi berjalan lancar. Satu hal yang perlu diingat, apa pun jenis diabetes yang Anda alami, Anda sebaiknya percaya diri untuk menyusui si kecil. Apalagi, bila Anda tahu kiat-kiatnya.
Yang pertama harus dikenali adalah jenis penyakit diabetes (Diabetes Mellitus atau DM). Yang paling sering ditemui adalah DM tipe 1, yang bergantung insulin dan DM tipe 2 yang tidak bergantung insulin. Selain itu, pada waktu hamil dapat terjadi kondisi diabetes temporer yang akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan. Jenis DM sementara ini dikenal dengan DM gestasional.
Bermanfaat bagi ibu dan bayi
DM atau kencing manis timbul akibat adanya peningkatan kadar gula darah (glukosa) yang disebabkan kekurangan insulin atau gangguan fungsi insulin. Gejala klasik yang dapat ditemui pada penderita DM adalah rasa haus yang berlebihan, sering kencing terutama pada malam hari, berat badan turun drastis, cepat merasa lapar, dan tubuh terasa lemah. Selain itu, penderita juga mengalami kesemutan pada jari tangan dan kaki, gatal-gatal, penglihatan kabur, luka atau bisul yang sukar sembuh, dan keputihan.
Ibu dengan diabetes dianjurkan untuk menyusui bayinya, karena kegiatan ini bermanfaat bagi kesehatan mereka berdua. Ada beberapa fakta tentang hal ini, seperti yang tertulis dalam Brestfeeding Baby When You Have Diabetes ( http://diabetes.about.com/2004 ).
- Bayi yang mendapat ASI paling sedikit selama 3 bulan pertama kehidupannya, berisiko lebih kecil menderita DM tipe 1 dan mengalami kegemukan saat ia dewasa.
- Ibu menyusui yang sebelumnya mengalami DM gestasional berkurang risikonya menderita diabetes di masa yang akan datang. Perlu diketahui, DM gestasional merupakan faktor risiko terjadinya DM tipe 2.
- Perubahan hormon dalam tubuh dapat membantu mencegah meningkatnya kadar gula darah dan membuat ibu merasa lebih baik. Misalnya, hormon oksitosin yang dilepaskan selama ibu menyusui, dapat membantu menghilangkan stres yang biasa dialami ibu setelah melahirkan. Asal Anda tahu, stres dapat memicu peningkatan kadar gula darah.
Dari fakta di atas, Anda yang menderita DM kini tak perlu ragu lagi. Segera susui bayi setelah ia lahir. Bila kondisinya tidak memungkinkan Anda menyusuinya secara langsung, misalnya bayi lahir prematur dan harus dimasukkan ke dalam inkubator, maka perawat rumah sakit dapat membantu memberi ASI perah dengan menggunakan sendok.
Raihlah sukses
Kunci keberhasilan menyusui adalah kesiapan dan rasa percaya diri yang tinggi dari ibu, serta dukungan positif dari orang-orang yang berada di sekitarnya. Hal ini dapat dibina sejak dini, yaitu sejak si kecil belum lahir. Jadi, tidak ada salahnya bila ibu penderita DM melakukan langkah-langkah sebagai berikut.
- Berkonsultasi dengan dokter , untuk mengetahui apakah jenis obat yang dikonsumsi atau jenis bahan suntik yang digunakan dapat masuk ke dalam ASI atau tidak. Dengan demikian, dapat dicari jalan keluar yang tidak berbahaya, baik bagi ibu maupun bayi.
- Berkonsultasi dengan ahli gizi , untuk mengetahui pola makan yang tepat selama berlangsungnya kegiatan menyusui. Perlu diingat, ibu menyusui membutuhkan lebih banyak kalori dan cairan.
- Berkonsultasi dengan konsultan laktasi , agar mendapatkan kiat-kiat sukses menyusui. Misalnya, cara mencegah terjadinya luka pada puting atau tersumbatnya saluran air susu.
- Berbagi tugas dengan suami atau orang lain yang ada di sekitar Anda, agar Anda terhindar dari stres.
- Konsumsi makanan ringan (yang mengandung protein dan karbohidrat) dan minum air secukupnya , baik sebelum maupun selama menyusui. Hal ini mengingat menyusui dapat menyebabkan kadar gula darah turun. Bila perlu, berkonsultasilah dengan dokter atau ahli gizi.
Nah, sekarang mari buktikan bahwa Anda yang menderita DM pun dapat menyusui sang buah hati tercinta. Kebahagiaan dan kebanggaan yang luar biasa itu sudah menanti di depan mata.


One Comment
bagus artikelnya
Leave a reply