Jalur Nganjuk Vs Jalur Jember.
Lebaran tahun ini beda sama lebaran tahun2 lalu. Tahun ini lebaran rasanya seperti orang kebanyakan desa, unjung – unjung tapi gak cuma di dalam kota saja, tapi beda kota. Dan tempat – tempat yang di kunjungi itu ndak dalam satu wilayah. Emang sih masih dalam satu propinsi tapi ada yang bagian timur ada yang bagian barat.
Tahun ini keluarga istri, kebetulan openhouse keluarga dari ibu mertua sekarang jatuh ke budhe yang ada di Nganjuk. Jadi kesanalah kita pada hari + 1 lebaran. Kalo lebaran tahun kemaren openhouse nya ada di budhe yang ada di surabaya. Sedangkan dari keluarga bapak mertua, tiap lebaran selalu menyempatkan silaturahmi ke Kediri, tempat kelahiran ayah ibu bapak mertua, atau bisa juga disebut eyang ku. Meski eyang sudah bertempat di surabaya, tapi masih ada saudara eyang yang lebih tua di kediri, tepatnya di di daerah desa karanganyar, ngronggo. Namun karena tahun kemaren ada salah satu saudara bapak mertua yang kena musibah maka acara silaturahmi ke kediri batal. Otomatis tahun ini adalah lebaran pertama ku ke nganjuk dan kediri.
Ditambah lagi sejak dua lebaran ini, nenek ku dari sisi ibu sudah pindah ke jember tempat salah seorang adik dari ibu. jadi kita mesti nyempetin waktu buat unjung – unjung kesana. kasian Nenek kalo gak ditemoni. soale kangen terus …. :p
Sebenernya kondisi jalan ke barat (nganjuk dan kediri) tidak lah beda jauh dengan jalur ke timur ( jember ). Kondisi jalannya sama2 baik. namun ada beberapa yang bikin beda banget…
- kalo jalur timur lebih rawan macet karena harus melewati wisata kolam lumpur porong. dimana pada waktu siang atau malam bisa saja macet, penyebabnya pasar porong lagi buka, kalo lagi tutup, kondisi jalan cenderung lebih lancar. Sebenernya jalur barat juga rawan macet di daerah kertosono nganjuk, tapi rawan macet itu lebih banyak terjadi kalo lagi musim mudik.
- aku perhatikan jalur timur lebar jalannya lebih banyak yang sekadarnya. Ya, sekadarnya, karena cukup 2 lajur cukup untuk 2 bis berpapasan. mulai dari porong, bangil, pasuruan, lumajang sampai jember. Cuma ada beberapa ruas jalan yang lebih lebar dari yang lain, tapi gak banyak. Sedangkan kalo jalur barat, lebih di dominasi dengan jalan yang cukup lebar, selebar 1,5 kali lebar bis. Disebelah kiri terdapat jalur khusus sepeda motor, bisa juga disebut jalur lambat. Dengan begitu laju motor yang cenderung lebih lambat tidak menghalangi laju mobil, atau bis yang lebih cepat, dan mobil atau bis tidak perlu memakan lajur kanan untuk menyalip sepeda motor.
- kalo lajur barat perilaku pengendara motor nya masih bisa melegakan hati supir mobil atau bis, karena mereka mau minggir, ketika di klakson dari belakang. sedangkan kalo di jalur timur, rata2 kebanyakan mereka tidak mau kalah, kalo mereka sedang menyalip kendaraan lain, atau posisi mereka sedang ada di tengah2 jalur, mereka enggan untuk minggir ke kiri ketika di diklakson dari belakang, dan jumlahnya cukup banyak.
Ya mungkin itu aja dulu yang bisa aku tangkap selama roadtrip di nganjuk kediri jember. kalo ada yang lain nti aku tambahin deh

