Kenapa malah tidak boleh pake kerudung
Jaman sekarang mungkin adalah jaman yang aneh. Dengan alasan profesionalitas atau alasan lainnya, seorang karyawati tidak boleh melaksanakan hal yang diyakininya, yaitu berjilbab di kantor. Yup memang ada kantor yang seperti itu, ada yang secara terang2an memberlakukan seperti itu ada juga yang secara implisit memberlakukannya.
Kalo secara implisit adalah dengan menjauhi karyawati yang berjilbab itu. Dengan begitu akan merasa dengan sendirinya. Gak hanya kantornya temenku,tapi pertokoan, bank2 pun ada yang menerapkan seperti itu. Nama – namanya, lebih apik kalo aku ga nyebutin disini, untuk menjaga agar tidak terjadi konflik.
Sebenernya ini bukan pertama kali aku tahu , dulu juga menemukan hal seperti ini tapi hanya sebatas wacana konsultasi seorang karyawati kepada seorang ustadz, dia mengeluhkan keadaan kantornya yang seperti itu, dan pada intinya sang ustads menyarankan untuk ‘setengah’ mengikuti aturan tersebut, dengan selain di kantor, jilbab di pasang. Namun sang ustads juga menambahi, kalo memungkinkan si karyawati itu disarankan untuk mencari pekerjaan lain yang tidak menghalangi dia untuk berjilbab.
Mengingat mencari pekerjaan baru sekarang ini sudah sangat susah, maka karyawati dengan terpaksa mengikuti aturan kantor tersebut, sembari menunggu ada kesempatan lain untuk pindah pekerjaan.
Yang aku herankan, (sambil mengelus dada, dalam hati), apa sih jeleknya berjilbab. Buat aku perempuan berjilbab terlihat lebih anggun dan lebih aman dipandang mata. Memang sih rambut adalah mahkota, apalagi buat wanita, rambut adalah mahkota bertahtakan mutiara.. intinya cukup segala2nya. Kalo ada yang bilang jilbab tidak modis, mana?? sekarang banyak busana2 jilbab yang cukup modis, modelnya macem2, tidak harus model jubah, model baju kantor pun ada, malah terlihat lebih elegan. Jaman sekarang sudah banyak butik2 dan toko2 pakaian menjual pakaian jilbab untuk pakaian bekerja.
Kalo ada kantor , pertokoan, bank2 yang melarang karyawatinya memakai jilbab selama di kantor, apa alasannya…. I wonder why.


Lha kalo ada yang memaksakan bagaimana ? Di kampus saya dulu malah cewek2 yang nggak berjilbab diintimidasi, dipaksa mempergunakan jilbab. Kalo nggak mau pake bakalan dikucilkan, dan bahkan banyak di-abuse … Sampai -sampai dipanggil dengan sebutan Say … kependekan dari Sayton .. Pemahaman saya adalah bahwa berjilbab atau tidak, tidak perlu dipaksakan. Kalau mau pakai ya tinggal pakai kalau mau nggak pakai ya terserah, tergantung dari tiap orang itu sendiri …
itu malah kebalikan dari kantornya temenku (sperti yang kutulis diatas).. orang yang berjilbab ‘dipaksa’ untuk tidak berjilbab… naudzubillah… meskipun blum sampe ada peraturan tertulisnya…
tulisanku disini ndak memaksakan seseorang harus berjilbab, tapi mencoba curhat dan sekaligus mau ngasih pembelaan sama orang2 yang ingin berjilbab di kantor nya namun dihalang2i…
that’s all
cheers.
emang bpk deka kerja dimana???
saya kerja di surabaya …
kerja di mpm yaaa!!!terima kasi yaaa..nanti langsung saya respon
maksudnya gimana?