MUHASABAH DIRI di akhir RAMADHAN

deka 2016-07-05 06:54:40 Tausiyah
Wahai dzat yang maha membolak balikkan hati
Di awal muhasabah ini kami mohon perlindunganMu dari sifat riya'
Dan jika kami menangis jadikan sebagai tangis kami yang ikhlas bukan karena kami sekedar ingin khusyu..
Karena duhai Allah sungguh kami masih sangat jauh dari sifat mulia itu..

Hari berganti minggu
dan minggu pun berganti bulan
Purnama tinggal sebaris di ufuk yang jauh yang berarti ramadhan tinggal menghitung diri
Lalu kemana diri ini selama ramadhan
kemana sholat ini tertuju
dimana hati ini berada ketika mulut ini membaca Al qur'an
Juga kemana fikir ini tertambat ketika bibir ini bergerak menyebut2 nama Allah
Yang ternyata belum ada dan tidak ada Allah di dalamnya

Di dalam sholat itu,
di dalam tilawah Qur'an itu,
di dalam zikir-zikir yang panjang itu
Tidak ada Allah di dalamnya karena masih saja hiruk pikuk dunia ini yang menguasai
karena wajah-wajah dunia itu yang sulit disingkarkan dari hati ini
Kalaupun ada infaq dan shodaqoh tidak lebih masih berupa remah-remah kecil dan seringkali sisa
Sisa dari yang banyak yang kita punya yang Allah berikan kepada kita..

Padahal semua kita tahu, bahwa setiap kebaikan yang dikerjakan di bulan indah ini tidak mampu kita menghitung betapa besar dan luasnya balasannya
Tapi sayangnya selama ini kita hanya tahu banyak tapi sedikit yang tertunaikan alangkah sia-sia ilmu ini ya Allah

Celaka kami ya Rabb.. Ramadhan hanya bersisa detik-detik akhir tapi kami masih banyak mengumbar dosa dan kesia-siaan
Puasa kami masih jauh dari sempurna
Amal buruk sering kami lakukan yang mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa itu sendiri
Kami masih sering bergunjing membicarakan keburukan-keburukan orang lain secara sembunyi2 maupun terang2an masih tidak terhitung berburuk sangka, berdusta, menyakiti hati orang lain
Mata, telinga, kami masih saja menghadapkan pada banyak hal yang engkau haramkan dari sekian banyak dosa yang bahkan kamipun lupa hanya engkau yang mengetahuinya duhai Allah

Dengan dalih bekerja itu ibadah kami masih mementingkan urusan2 dunia padahal kami hanya mengejar wajah2 dunia betapa dustanya diri ini ..

Duhai Allah wahai dzat yang maha perkasa merah sekali Ramadhan kami tahun ini
Tak terbayang betapa malu dan takut saat engkau memerika kami di yaumul hisab kelak, kami tidak bisa menghindar dari segala macam bukti
Betapa tangan ini akan memegang lembaran-lembaran amal kami dan tidak ada sedikipun rahasia
lalu kami akan membaca isi lembaran itu
Dengan lidah keluh lagi gemetaran dengan kengerian yang tak pernah terbayangkan sebelumnya

Duhai Allah... di ujung ramadhan ini kami bermunajat kepadamu ya Allah dekatkan kami dgn org2 yang taat padamu agar kami makin taat padamu
dekatkanlah kami dengan Guru-Guru yang takut padamu ya Allah ...agar kami makin takut pula kepadamu...
Dan dekatkan pula kami ya Allah dengan teman, sahabat dan saudara yang mencintaimu Engkau agar kami makin mencintaiMu
Agar kami makin berharap hanya padamu

Duhai Allah ..matikan kami sebagai seorang muslim dan jadikan kami termasuk golongan orang-orang yang shalih
Limpahi bagi kami ya Allah ilmu manfaat barokah
Limpahi bagi kami rizki halal barokah ya Allah dan terimalah amal-amal ibadah kami serta wafatkan kami ya Allah dengan wafat husnul khatimah ya Allah wafatkan kami, kami mohon padamu ya Allah dengan wafat husnul chotimah...

Saat ini ya Allah dengan sgala ketulusan hati kami mohon padamu ya Allah pertemukan kami dengan ramadhan tahun depan karena kami ingin memperbaiki kekurangan kami.
Segala puji bagi mu duhai Rabb ..yang menghantarkan kami tidak lain dalam kebaikan.

Pertemukan kami dengan Ramadhan yang akan datang...
Aamiin aamin ya robbal 'alamiin???


Baca Artikel Lainnya