Paska Caesar 6 Minggu Bisa Pulih
- Wednesday Nov 25,2009 07:30 PM
- By qorianku
- In Kelahiran
Inginnya sih langsung menimang si buah hati. Apa daya bergerak masih sangat terbatas dan nyeri. Tidak perlu bad mood . Kalau mau, Anda bisa pulih dalam 6 minggu! Ingin segera pulih setelah caesar? Tentu saja bisa. Tapi, bersabarlah. Proses pemulihan paska operasi pasti butuh waktu. Enggak usah khawatir, ada banyak yang bisa dilakukan.
Hari ke 1
Sekitar 24 jam setelah caesar, Anda masih berada di ruang pemulihan dan dalam pantauan tim penolong persalinan. Memang, belum banyak yang bisa Anda lakukan pada saat ini. Bahkan, mungkin Anda masih belum percaya pada apa yang baru saja Anda alami. Ini biasa kok. Apalagi, kalau operasi adalah keputusan yang mendadak. Misalnya, janin Anda terlalu besar, sehingga tidak bisa melewati rongga panggul.
Walau begitu, percayalah, begitu Anda melihat si buah hati yang sedang terlelap di samping Anda, pasti rasa lega dan bahagia langsung menyelimuti.
Ah, kenapa segalanya masih terasa campur aduk? Memang. Meski Anda sudah lega, tidak bisa dipungkiri kalau tubuh Anda masih sangat lemah. Belum lagi perut bagian bawah terasa nyeri akibat jahitan operasi. Punggung bagian bawah “bekas” anestesi juga terasa tidak enak. Kok bisa? Karena, sampai saat ini, Anda belum boleh minum dan makan (anestesi selama operasi membuat gerak pencernaan belum sempurna kembali), maka cairan infus masih terus terpasang di salah satu lengan Anda. Demikian pula kateter. Alat yang satu ini berfungsi membantu mengosongkan kandung kemih.
Masalahnya, semua rasa tidak nyaman yang bercampur jadi satu itu membuat badan Anda kaku dan tidak bisa bergerak. Saking kakunya perut Anda, bersin dan batuk pun terasa begitu menyiksa.
Yang bisa dilakukan:
- Berdekatan dengan buah hati Anda. Dekap dan peluklah sesering mungkin. Ini bukan saja membuat Anda merasa bahagia, tetapi juga membantu mengalihkan dan menghilangkan rasa sakit serta semua rasa tidak nyaman.
- Berusahalah memberi ASI, meski agak sulit awalnya karena tubuh masih kaku dan nyeri. Tetapi, Anda sendiri tahu betapa pentingnya menyusui bagi Anda berdua, apalagi pada saat ini. (lihat boks “Menyusui Setelah Caesar”).
- Sering-sering menggerak-gerakkan ujung jari dan pergelangan kaki untuk melancarkan kembali peredaran darah di bagian bawah tubuh.
Yang belum bisa dilakukan:
- Menegakkan punggung atau duduk, kecuali dibantu.
- Mandi dan membersihkan badan. Tak usah khawatir, perawat akan dengan senang hati membantu Anda.
Yang bisa meringankan:
- Turuti nasihat dokter, bidan atau perawat. Jangan memaksa, kalau mereka belum mengizinkan untuk minum atau makan. Semua ini untuk kebaikan Anda.
- Batasi pengunjung. Meski senang dikunjungi, katakan bahwa Anda masih perlu beristirahat dengan tenang.
Hari ke 2
Saat ini, mungkin Anda tidak lagi di ruang pemulihan, namun di kamar sendiri. Infus dan kateter sudah dicabut. Anda juga sudah boleh turun dari tempat tidur. Meski begitu, lakukan perlahan-lahan dan secara bertahap.
Yang bisa dilakukan:
- Minta bantuan perawat untuk melatih Anda duduk, berdiri dan berjalan.
- Pertama-tama, minta agar kepala tempat tidur dinaikkan sedikit. Dengan begitu, Anda bisa menyandarkan punggung.
- Bila sudah cukup kuat, turunkan kaki satu per satu sambil berpegangan. Cobalah melangkah perlahan-lahan.
- Katakan pada perawat begitu Anda merasa pusing ketika bangun dari tempat tidur atau saat berjalan. Anda akan diperiksa apakah kekurangan zat besi atau tidak. Ini lazim terjadi setelah operasi caesar. Kalau kekurangan zat besi, Anda akan diberi suplemen khusus.
- Anda sudah bisa ke kamar mandi sendiri.
- Terus berusaha menyusui. Biasanya, produksi ASI Anda sudah lebih lancar.
Yang belum bisa dilakukan:
- Terlalu banyak bergerak dan berjalan.
- Mengurus sendiri bayi. Karena itu, perawat yang akan membantu Anda saat menggantikan popok, memandikan, atau menaruh bayi dalam boks, termasuk bila Anda sekamar dengan bayi Anda (rooming in).
- Mengangkat benda atau barang melebihi berat bayi Anda (bahkan dilarang). Semua ini untuk menjaga dan membantu memulihkan bekas operasi.
Yang bisa meringankan:
- Jangan ragu memanggil perawat agar membantu Anda. Bagaimanapun, Anda masih belum bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Di hari-hari berikutnya, secara berangsur Anda bisa kok melakukan segalanya.
- Tarik napas panjang, terutama saat nyeri dan kaku mendera, serta ketika berlatih duduk, berdiri atau berjalan. Menarik napas panjang akan membantu mengurangi rasa sakit sekaligus menguatkan Anda.
Minggu ke 1
Bila semua berjalan normal, Anda bisa meninggalkan rumah sakit di hari ke-5. Memang sih, pulang ke rumah membawa buah hati benar-benar membahagiakan. Meski begitu, Anda tetap harus banyak istirahat. Jadi, walau Anda sedang semangat-semangatnya mengurus bayi, jangan abaikan kondisi tubuh.
Terkadang, di minggu ke-1 ini, beberapa ibu merasa galau, murung, sedih dan ingin menangis tanpa sebab yang jelas. Keadaan yang dikenal sebagai baby blues ini disebabkan tubuh mengalami ketidakseimbangan hormon. Hormon kehamilan yang tadinya bekerja begitu aktif, akhirnya kembali normal.
Adakah jalan ke luarnya? Tentu saja ada. Pertama, sadari dan pahami kalau tubuh Anda sedang menyesuaikan dengan kondisi barunya. Kedua, bersabarlah. Tetap berkonsentrasilah pada bayi Anda, serta nikmati setiap kebersamaan bersamanya dengan bahagia. Dengan begitu, perhatian Anda segera teralihkan.
Yang bisa dilakukan:
- Terus berusaha menyusui bayi Anda. Saat ini, ia mulai membentuk irama sendiri. Bisa menyusu 3 jam sekali, bisa juga 2 jam sekali. Sebagai catatan, Anda perlu terus menyesuaikan diri dengan kebutuhannya
- Berjalanlah tegak serta jangan lakukan pekerjaan sambil membungkuk, termasuk saat mengangkat, menggendong dan menggantikan popok atau baju bayi. Kenapa sih? Aktifnya hormon kehamilan membuat jaringan pengikat di punggung dan dasar panggul meregang dan melunak. Bila Anda kurang hati-hati ketika bergerak, terutama kalau terlalu banyak membungkuk, punggung gampang sakit.
- Rawat dan jaga daerah bekas operasi agar tetap bersih dan kering (tidak lembap). Jadi, bisa terhindar dari infeksi.
Yang belum bisa dilakukan:
- Mengangkat benda-benda berat, apalagi melakukannya sambil membungkuk.
- Terlalu banyak bergerak dan berjalan.
Yang bisa meringankan:
- Meski sudah di rumah, Anda dan bayi harus tetap beristirahat. Bila terlalu banyak tamu, katakan dengan jujur bahwa Anda berdua perlu beristirahat.
- Letakkan semua keperluan bayi (seperti popok, baju, bedak, lotion , dan lain-lainnya) di satu tempat yang mudah diraih. Dengan begitu, Anda tidak terlalu banyak bergerak dan berjalan mondar-mondir.
- Buatlah prioritas. Minta bantuan orang lain untuk mengerjakan pekerjaan rumahtangga lainnya, seperti memasak, mencuci, dan juga berbelanja.
Minggu ke 2 – 3
Saat ini, Anda sudah makin bisa “membaca” keinginan bayi dan mulai mengatur jadwal kegiatan yang sesuai dengan bayi Anda. Namun, Anda tetap harus memberi perhatian pada luka bekas operasi. Bila mengganggu, jangan segan-segan berkonsultasi ke dokter.
Sulit buang air besar juga sering dialami wanita setelah operasi caesar. Bila ini yang terjadi, jelaskan pada dokter Anda, agar ia bisa memberi obat untuk memudahkan buang air besar.
Meski keinginan untuk memiliki bentuk tubuh seperti semula mulai mengusik, Anda harus tetap bersabar. Olahraga setelah caesar baru bisa dilakukan setelah luka bekas operasi “aman”. Biasanya sih, setelah minggu ke-6. Gerakan yang bisa Anda lakukan juga yang teringan.
Yang bisa dilakukan:
- Mengencangkan otot-otot dasar panggul. Meski Anda tidak melahirkan lewat vagina, otot dasar panggul tetap saja perlu dilatih. Bagaimanapun, otot dasar panggul menanggung beban berat selama kehamilan. Caranya? Kencangkan otot-otot panggul seperti kalau Anda menahan buang air kecil. Gerakan ini bisa dilakukan kapan saja. Sambil berbaring, duduk atau berdiri.
- Mengencangkan otot dada dan lengan. Salah satu caranya adalah, berdirilah dan buka kedua kaki selebar bahu. Tekuk kedua siku di depan dada. Tangan kanan memegang siku kiri, sementara tangan kiri memegang siku kanan. Kencangkan otot dada dan lengan, lalu kendurkan.
Yang belum bisa dilakukan:
- Melakukan gerakan olahraga yang berat, apalagi yang menekan otot perut.
- Melakukan pekerjaan rumahtangga yang perlu tenaga yang cukup kuat, serta mengharuskan Anda banyak dan lama berdiri, berjalan atau membungkuk.
Yang bisa meringankan:
- Lakukan pekerjaan di rumah, seperti menyiapkan makanan untuk keluarga, sambil duduk.
Minggu ke 3 – 5
Kini, Anda makin percaya diri. Betapa indahnya menjadi seorang ibu, meski sesekali Anda lelah juga. Untuk menghindari lelah dan lemas akibat kurang tidur, coba atur jadwal Anda agar seirama dengan si kecil. Misalnya, saat bayi tidur di siang hari, Anda juga ikut-ikutan beristirahat. Jangan terlalu tegang memikirkan pekerjaan rumahtangga. Buat prioritas sesuai kekuatan tubuh Anda dan kepentingan bayi Anda.
Perhatikan juga pola makan Anda. Bagaimana bisa mengurus bayi dengan tenang dan senang bila Anda sendiri lemas karena kurang gizi? Mengurus bayi kan harus dinikmati juga?
Yang bisa dilakukan:
- Kunjungi dokter kandungan Anda untuk memeriksa bekas jahitan dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Katakan kalau ada yang kurang nyaman. Apalagi, bila sampai saat ini, perdarahan yang terjadi cukup banyak.
- Bawa bayi Anda berjalan-jalan di sekitar rumah. Letakkan si kecil dalam kereta dorong, dan nikmatilah udara segar di pagi serta sore hari bersamanya.
Yang belum bisa dilakukan:
- Berjalan mendaki atau menaiki anak tangga. Ingat, memaksa melakukan kegiatan melebihi kemampuan akan fatal akibatnya. Apalagi, Anda kan baru selesai operasi.
- Menyetir mobil.
Yang bisa meringankan:
- Makan makanan bergizi seimbang agar tubuh tetap bugar. Tugas Anda sebagai ibu cukup menguras tenaga lho.
- Hindari mengonsumsi kafein terlau banyak, sebab bisa mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh. Ingat, kekurangan zat besi membuat tubuh jadi lemah dan lesu.
Minggu ke 6
Normalnya, banyak yang sudah bisa Anda lakukan sekarang ini. Meski begitu, kondisi Anda tentu saja berbeda dengan orang lain. Jadi, ukurlah kekuatan diri sendiri. Sekali lagi, tidak ada gunanya memaksa diri, apalagi sampai membanding-bandingkan diri Anda dengan orang lain.
Yang bisa dilakukan:
- Menyetir mobil lagi. Namun, berhati-hatilah dengan bekas operasi Anda. Seandainya, Anda terlalu tegang akibat kemacetan dan hiruk-pikuk lalu lintas, pikir-pikir lagi. Ketegangan Anda bisa mempengaruhi kondisi kesehatan Anda yang masih dalam tahap pemulihan.
- Kehidupan seks sudah normal kembali. Tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter untuk memilih alat kontrasepsi yang paling tepat untuk Anda dan pasangan.
- Anda sudah siap berolahraga. Mulailah dari yang teringan, seperti berjalan kaki. Lalu, secara bertahap, lakukan gerakan yang lebih berat. Misalnya, senam untuk mengencangkan otot tubuh.


Leave a reply