Posts Tagged ‘Hamil’
Hamil kok, Nyetir?
Jangan khawatir berlebihan terhadap keselamatan janin. Anda tetap bisa beraktivitas, termasuk mengemudikan mobil.Ya, selama kehamilan Anda tidak bermasalah dan tidak berisiko tinggi, sebenarnya boleh-boleh saja mengemudikan mobil. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengingat tubuh Anda pada saat ini memang tidak seperti biasanya.
Aktifitas Pergerakan Bayi Dalam Kandungan
Oleh Dr.suririnah
Aktifitas Pergerakan Bayi Dalam Kandungan. Kapankah seorang wanita hamil akan merasakan gerakan bayinya untuk pertama kali? Apakah itu menghitung gerakan bayi dalam kandungan (KICK CHART), apa gunanya? Dan apakah gerakan bayi anda Normal?
Benda Wajib Dimiliki Ibu Hamil
Selain baju hamil, yang umumnya dibuat dari bahan katun atau kaus, ada beberapa benda lain yang tak kalah penting. Benda-benda ini dapat membuat ibu hamil merasa lebih nyaman dan percaya diri, hingga menunjang penampilan menjadi lebih segar dan cantik.
Sakit Kepala Lagi!
Sakit kepala di masa hamil memang biasa biarpun dulu Anda jarang mengalaminya.
Sakit kepala alias pusing memang bikin tidak nyaman. Jangankan yang sudah terbiasa pusing, mereka yang jarang pun bisa saja terserang gangguan ini ketika hamil. Kok bisa?
13 Rahasia Hamil Bebas Stres
Kehamilan adalah masa yang indah yang seharusnya Anda nikmati sepenuh jiwa raga. Bila Anda happy saat hamil, si janin pun akan memperoleh pengaruh positifnya.
Bila berbagai perasaan negatif seperti cemas, takut dan rasa tak menentu mengganggu Anda dalam masa hamil, Anda perlu tahu bagaimana cara mengatasinya. Kemampuan Anda mengatasi stres saat hamil akan memberi dampak positif bagi bayi yang akan dilahirkan. Bila Anda termasuk calon ibu yang kurang bisa menikmati kehamilan Anda, cobalah kiat-kiat berikut ini.
——————————————————————————–
1. Curhat dengan teman
Berbagi rasa dengan teman-teman dekat, khususnya yang sudah memiliki anak, bisa jadi salah satu cara yang cukup ampuh dalam menghalau rasa tidak nyaman. Bisa juga Anda sharing atau curhat dengan anggota keluarga dan kerabat dekat. Semua saran dan nasihat bisa jadi tambahan “perbekalan” ilmu yang pasti bermanfaat bagi Anda. Walau begitu, orang yang paling tepat dan paling banyak dapat membantu meringankan beban perasaan Anda sebenarnya adalah pasangan Anda!
2. Tutup kuping pada cerita seram
Hindari orang-orang yang punya pengalaman melahirkan yang “mengerikan”, seperti pedihnya sayatan episiotomi (perobekan bagian antara lubang vagina dan anus-red.) atau luka sayatan operasi caesar. Terus terang , kaum wanita biasanya senang bercerita tentang itu. Jadi, bila lawan bicara Anda melakukan hal tersebut, segera cut si pencerita dengan sopan. Cerita-cerita seperti itu hanya akan menambah rasa takut, khawatir, dan cemas Anda. Bahkan, bukan tidak mungkin Anda malah jadi stres berkepanjangan selama hamil.
3. Libatkan pasangan
Jangan segan mengajak serta pasangan untuk terlibat langsung dalam berbagai persiapan menyambut kedatangan si kecil. Misalnya, mengantarkan Anda ke dokter kandungan untuk pemeriksaan rutin. Dengan cara ini, kedekatan emosi antara Anda pasangan, dan juga si kecil bisa terjalin. Kekompakan Anda dan pasangan sebagai suatu tim yang solid akan mempermudah proses persalinan Anda kelak.
4. Belajar dan berlatih teknik relaksasi
Menurut Alice D. Domar, Ph.D, Direktur Mind/Body Center for Women’s Health di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, Amerika Serikat, hormon stres yang dikeluarkan oleh tubuh ibu hamil yang tegang, cemas, dan khawatir berlebihan dapat masuk ke dalam plasenta. Akibatnya, bayi bisa ikut-ikutan merasakannya. Ketenangan hati dan pikiran selama masa kehamilan memang perlu, bahkan dapat membantu kelancaran proses persalinan nantinya.
Cobalah belajar dan berlatih teknik-teknik relaksasi. Salah satu caranya adalah, dengan menarik napas panjang secara perlahan-lahan dan dalam. Tahan sebentar, lalu hembuskan lagi. Jangan lupa, berusahalah untuk tetap rileks!
5. Rutin berolahraga
Melakukan olahraga secara rutin (sesuai dengan kondisi tubuh) dapat membantu mengurangi stres. Apalagi, ada nilai plusnya bila Anda rajin berolahraga. Tubuh jadi sehat dan bugar.
Bila sebelum hamil Anda sudah terbiasa berolahraga secara rutin, teruskan kebiasaan baik tersebut. Lakukan sesuai kondisi tubuh dan kehamilan Anda. Namun, kalau sebelumnya Anda jarang atau tidak biasa berolahraga, mulailah dengan porsi yang ringan dulu. Secara bertahap, barulah ditambah porsi dan juga frekuensi latihannya. Ada baiknya, Anda berkonsultasi dulu dengan dokter Anda, sehingga ditentukan jenis olahraga, porsi dan frekuensi latihan yang paling pas untuk Anda.
6. Pelajari “ilmu” perawatan bayi
Mulailah belajar dan memperkaya wawasan Anda seputar seluk-beluk perawatan bayi baru lahir. Informasi tersebut bisa dengan mudah diperoleh dari TV, radio, buku, majalah, internet, maupun VCD. Belilah sedikitnya 1 atau 2 buku tentang dasar-dasar perawatan bayi, yang menguraikan berbagai persiapan sebelum persalinan, perawatan bayi di rumah sakit, hingga perawatan selanjutnya di rumah.
7. Pahami hak cuti hamil dan melahirkan
Bagi ibu hamil yang bekerja, sisih
kan waktu untuk mempelajari hak cuti hamil dan melahirkan yang berlaku di tempat kerja. Bila perlu, buatlah janji dengan Kepala Bagian Personalia untuk membicarakan hak Anda ini. Sebaiknya, persiapan ini dimulai sejak trimester ke-1 atau ke-2.
8. Siapkan budget
Sejak dinyatakan positif hamil, sebaiknya Anda mulai merencanakan dan mengatur keuangan untuk biaya persalinan serta berbagai keperluan lain dalam menyambut kedatangan si kecil. Bahkan, tak ada salahnya bila Anda dan pasangan menyiapkan dana ekstra untuk mengantisipasi kondisi dan pengeluaran tak terduga. Misalnya, semula Anda berencana untuk menjalani persalinan normal. Namun, karena sungsang, mungkin saja bayi Anda harus dilahirkan via operasi Caesar, yang tentu memerlukan biaya yang jauh lebih besar.
9. Pilih-pilih tempat bersalin
Sejak trimester ke-1, mulailah “belanja” informasi tentang rumah sakit bersalin. Misalnya, dari teman, kerabat, brosur, dan lain-lain. Dalam proses memilah-milih ini, selalu libatkan pasangan.
Sebaiknya, pilih tempat bersalin yang dapat memberikan fasilitas pelayanan sesuai keinginan dan harapan Anda berdua. Tentu saja, sesuai kocek Anda juga! Pertimbangkan pula untuk memilih tempat bersalin yang menyediakan fasilitas rooming in. Bukankah Anda sudah tak sabar untuk berdekatan dengan si buah hati?
Setelah menentukan pilihan, segera daftarkan diri. Jangan menunda-nunda hingga akhirnya terlalu dekat dengan hari-H. Bisa-bisa Anda tidak mendapat tempat yang paling oke!
10. Belilah berbagai keperluan bayi
Persiapan yang satu ini memang sangat mengasyikkan. Bahkan, akan membuat Anda berdua melupakan sejenak rasa khawatir maupun cemas. Jadi, nikmatilah saat-saat berbelanja berdua saja dengan pasangan.
Sebaiknya, buatlah daftar barang-barang keperluan pokok yang harus dibeli, seperti popok, baju, selimut, boks, baby tafel, serta stroller. Daftar ini akan membuat “acara” belanja Anda jadi efektif dan efisien. Sebab, Anda hanya membeli barang-barang yang benar-benar dibutuhkan. Kok begitu? Begitu masuk ke dalam toko perlengkapan bayi, seringkali Anda langsung “panik”, sebab ingin membeli semua barang yang ada. Akibatnya, pengeluaran jadi berlipat ganda.
11. Cari informasi tentang dokter anak
Setelah si kecil hadir, Anda berdua akan dihadapkan dengan sederet masalah baru yang menantang. Bukan hanya tetek bengek seputar perawatan bayi, tapi juga masalah seputar kesehatannya. Si kecil memang masih sangat rentan terhadap serangan berbagai jenis penyakit. Karena itu, mulailah cari informasi tentang dokter anak yang berpredikat “baik” dalam memberi fasilitas pelayanan. Ini termasuk juga “baik” dalam berkomunikasi dengan pasien ketika menjelaskan kesehatan bayi.
Dokter anak pilihan Anda ini nantinya akan memberikan paket imunisasi dan vaksinasi yang wajib diberikan pada si kecil agar terhindar dari serangan penyakit selama tahun-tahun pertamanya. Juga, dialah yang akan membantu Anda dalam menangani masalah kesehatan si kecil kelak. Jadi, jangan sampai salah pilih!
12. Isi lemari es sebelum hari-H
Selama hari-hari pertama dan juga bulan-bulan pertama bersama si kecil, besar kemungkinan Anda tidak punya waktu dan juga kesempatan untuk belanja keperluan sehari-hari dengan leluasa. Hari-hari Anda hanya akan dipenuhi dengan segala macam urusan perawatan si kecil. Jadi, lebih baik Anda sudah mengisi lemari es dengan persediaan makanan maupun minuman sejak jauh-jauh. Begitu ingin sesuatu, Anda tinggal buka lemari es. Praktis, bukan?
13. Siapkan koper Anda!
Memasuki trimester ke-3, Anda sudah bisa mulai menyiapkan tas atau koper untuk dibawa ke rumah sakit. Siapkan barang keperluan untuk bayi, Anda sendiri, dan jangan lupa pasangan! Sebab, pasangan akan terus menerus mendampingi Anda menjelang, selama, dan usai persalinan. Jadi, dia juga butuh perlengkapan untuk bermalam.
Dengan persiapan dan rencana yang sangat matang, sebenarnya tak ada alasan lagi bagi Anda untuk cemas, takut, maupun khawatir berlebihan. So, just enjoy your pregnancy!
<
p>dari : Sri Lestariningsih
Support dari Pasangan
Dari buku ” Throwaway Dads” karangan Ross D. Parke dan Armin A. Brott, ada 7 hal yang dilakukan pasangan untuk membantu si ibu hamil agar enjoy dengan kehamilannya.
• Lihat dari “kacamata” sang ibu hamil . Ya, wanita, termasuk ibu hamil memang cenderung “melihat” apa yang dikerjakan pasangannya dari sudut pandang kepentingannya. Dan ini seringkali membuat para suami jadi “serba salah.” Untuk itu, bagi para calon ayah, coba lakukan segala sesuatu dari “kacamata” kepentingan sang istri. Misalnya, saat istri sedang buruk mood nya, berusahalah untuk melihat itu sebagai efek dari kehamilannya, bukan sifat aslinya.
• Sesuaikan “standar” Anda! Pria dan wanita memang ibarat planet Mars dan Venus. Banyak sekali perbedaannya! Cobalah untuk menyesuaikan diri dengan standar yang digunakan oleh sang istri. Misalnya, dalam memilih perlengkapan bayi yang akan dibeli.
• Anda adalah partner, bukan sekadar “dewa penolong.” Berikan pandangan Anda sebagai masukan bagi sang istri pada saat Anda berdua berdiskusi untuk mengambil sebuah keputusan. Anda adalah partner yang diharapkan dapat menjadi tempat berbagi dalam berbagai hal. Karena itu Anda juga perlu membekali diri dengan info-info seputar kehamilan.
• Berikan pujian dan dukungan. Meski sekadar pujian yang tulus dari Anda kepada sang istri yang sedang hamil, akan membuatnya merasa dihargai. Juga, dia pun akan menjadi “kuat” secara mental untuk menghadapi berbagai hal maupun “rasa tidak nyaman” yang dialaminya selama masa kehamilan.
• Siap sedia setiap saat. Bersiaplah setiap saat untuk “turun tangan” ketika sang istri tersayang membuntuhkan bantuan Anda. Walau pun mungkin bantuan yang dibuthkan hanya sekadar memijat pundak atau mengusap-usap punggungnya.
• Istri Anda tak mampu melakukannya semua sendiri. Dia membutuhkan Anda sebagai pasangan, untuk berbagi apa pun yang dirasakannya. Baik kegembiraan maupun 1001 macam gejolak perasaannya.
• Berbagi “tugas”. Nggak salah kok, untuk berbagi tugas dengan istri Anda, termasuk tugas “kerumahtanggaan” alias “urusan dalam negeri.” Misalnya, Anda bisa saja sesekali menyiapkan menu makan siang sekaligus menata meja makan. Atau, Anda mungkin diam-diam punya bakat memasak? Inilah saat yang tepat bagi Anda untuk “unjuk gigi” kebolehan Anda…
Antara Mitos & Fakta
Beberapa mitos seputar kehamilan dan persalinan ternyata bisa dinalarkan, dan ini dia, faktanya.
“Biar proses persalinan lancar, minumlah minyak kelapa,” kata nenek kita dulu. Anda mungkin tersenyum simpul mendengarnya. Ya, saluran persalinan dengan saluran pencernaan ‘kan berbeda! Tapi asal tahu saja, jika kebanyakan lemak, perut akan terasa mulas dan kita jadi sering buang air besar.
Memang, banyak mitos yang tinggal mitos. Tapi, ada juga “mitos” yang ternyata bisa dinalarkan dan ada faktanya. Yuk, kita intip beberapa mitos berikut ini.
Ayo Sarapan!
Morning sickness jangan sampai membuat Anda malas sarapan. Ingat kesehatan Anda dan janin!
Enggan sarapan lalu berdalih akan Anda ganti dengan menambah porsi makan siang sungguh tidak benar. Pola makan seperti itu terbukti sama sekali tidak sehat!
Pentingnya sarapan
Riset yang dilakukan Dr. Mark Pereira bersama timnya dari Harvard Medical School, Amerika Serikat, pada tahun 2003 terhadap lebih dari 2000 orang dewasa, termasuk wanita hamil, membuktikan besarnya manfaat sarapan bagi kesehatan. Orang yang rutin sarapan justru memiliki kemungkinan kecil (30%) untuk mengalami obesitas ketimbang mereka yang tidak pernah sarapan.
Kemungkinan terkena diabetes (kencing manis) serta serangan jantung, juga kecil. Hal ini karena sarapan membantu tubuh menstabilkan kadar gula darah (yang mengatur rasa lapar atau selera makan), serta energi untuk menjalankan proses metabolisma dan berbagai kegiatan sebelum tiba waktu makan siang.
Kiat atasi ogah sarapan
Bagi Anda yang kehilangan selera sarapan, beberapa upaya berikut mungkin dapat membantu.
ï‚· Coba alihkan pikiran Anda dengan mengingat serta membayangkan kembali suasana sebuah acara makan yang paling berkesan dalam hidup Anda. Mungkin, saat Anda menikmati candle light dinner bersama pasangan di hari ulang tahun Anda.
ï‚· Nikmatilah sarapan Anda sambil bersantai di tempat tidur.
ï‚· Pilihlah menu yang tinggi karbohidrat, dan makanlah dalam porsi kecil tapi sering. Sarapan berupa olahan serealia bisa menjadi salah satu pilihan.
ï‚· Sedapat mungkin hindari makanan berbumbu pedas dan aromanya merangsang.
ï‚· Perbanyak minum air putih.
ï‚· Apabila minum susu membuat Anda mual, asupan susu tetap dapat Anda penuhi dalam bentuk lain, seperti puding agar-agar, es krim, puding roti, perkedel lapis, dan makanan jenis lain yang terbuat dari olahan susu.
ï‚· Konsumsilah bervariasi makanan sebagai alternatif jenis-jenis makanan yang terpaksa Anda hindari karena alasan mual.
Sri Lestariningsih
Konsultasi ilmiah: dr. Sri Sukmaniah, MSc, Divisi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
Boks:
Serealia, Siap Saji Kaya Gizi
Secara umum, semua jenis serealia mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, serat, dan mineral. Sejak awal ditemukan dan dikembangkan oleh John Harvey Kellog pada tahun 1895, serealia (biji-bijian) memang dikenal sebagai santapan pagi siap saji yang kaya zat gizi.
Kelompok serealia yang tersedia di Indonesia, di antaranya beras merah, beras putih, jagung, gandum, dan sorgum. Di pasaran dunia, saat ini tersedia lebih dari 30 jenis produk serealia dalam berbagai rasa dan bentuk. Anda dapat memilih produk yang sesuai dengan selera. Bahkan, bila Anda ingin serealia yang kaya serat, tersedia serealia yang ditambah irisan tipis apel kering dan kismis. Juga, Anda dapat berkreasi dengan menambah buah-buahan dalam menu serealia Anda untuk menghasilkan cita rasa yang menyegarkan di mulut.

